Posts

Showing posts with the label agama

Time After Time

Bangun Bangun Siap2 Bangun Sejumlah pesan singkat masuk ke ponsel pintarku. Aku membacanya sambil tersenyum simpul. Iya, ini udah otw kok Makasii Dia adalah salah satu orang yang memeriksa kondisiku pagi itu. Memikirkan mereka yang dengan sudi mengingatkanku untuk bangun, aku senang. Mungkin sederhana, tapi aku senang. Aku punya alasan kembali bersyukur karena telah dikaruniai orang-orang yang peduli padaku 😊 Sehari sebelumnya. “Kamu ini udah telat mbak, harus cepat!” ujarnya dengan nada agak tinggi. “Oke. Cepat ya, Pak.” Tidak ada harapan, pikirku dalam hati. Tapi tidak ada salahnya mencoba—untuk kemungkinan sekecil apapun. Setelah mobil itu berhenti, aku langsung berlari sekuatku. Dengan seluruh bawaan barang yang cukup besar. TUUUUTTT *penanda kereta akan berjalan berbunyi* Aku hanya dapat berdiri lemas sambil berusaha mengatur napas. Aku mengutuk diriku sendiri, dasar bodoh. Waktu. Aku kembali membuat masalah dengannya. Sebenarnya sudah beberapa kali...

Sepuluh Menit Sebelumnya

Sungguh sebuah tanggapan menjengkelkan yang diberikan oleh orang di hadapanku ini. Aku benar-benar sebal dan kehabisan kata-kata. Tidak habis pikir lagi, ada apa dengan manusia ini. Segala hal yang tadinya ingin aku sampaikan rasanya hilang. Rasanya aku sudah tidak ingin bicara. Rasanya ingin escape dari situasi ini. Dan kami kemudian mengisi momen speechless itu hanya dengan tertawa, sambil sedikit berceloteh saling adu argumen—seperti biasanya. Sepuluh menit sebelumnya. “I knew it,” ucapnya. Aku baru-baru ini mendapatkan sebuah ilmu. Kuota keprihatinan namanya. Hal ini cukup serupa dengan sesuatu yang sering dibahas manusia di hadapanku. Hingga akhirnya mendorongku untuk menyampaikannya. Singkatnya, semua manusia memiliki kuota keprihatinan, semacam jatah untuk merasakan kesulitan/menjadi prihatin. Namun, percayalah sebagai makhluk yang menghamba ketika kita sudah menjalankan kebaikan sesuai tuntunanNya sehingga merasakan ‘keprihatinan’, maka sebenarnya kita telah mengambil ...

Die Riechen

       💸 The Rich 💸       Terdapat sebuah ilmu yang belum lama ini aku dapat. Die Riechen means ‘The Rich’. Membahas world’s billionaire? Tentu tidak, itu topik umum. Membahas aku kamu kita dan rezeki.      Jika kita bicara rezeki, tidak dapat dipungkiri adalah harta kekayaan yang akan muncul di otak kita. Dan yaa memang benar, itulah salah satunya. Dalam agamaku, rezeki merupakan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Sang Pencipta dari awal kehidupan sang hamba. Telah tercatat dan terukur besarnya rezeki yang diterima setiap individu—dengan dirahasiakan ragamnya. Yap, memang rezeki banyak ragamnya—(kalau aku tidak keliru) kekayaan, jodoh, umur, etc. Ingat poin ini,  telah tercatat dan terukur means sudah ditentukan .       Pernah mempunyai pikiran picik dengan mengambil kekayaan orang lain yang bukan haknya? Entah korupsi atau mencuri. Yap itu salah. Tapi ketauhilah, kamu mengambilnya saat ini kemudian w...